Jumat, 15 November 2019

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASSING ATAS PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI VARIASI PASSING BERPASANGAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan memegang peranan penting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia dan keberhasilan pembangunan.Negara dapat mencapai pembangunan apabila seluruh komponen bangsa memiliki kesamaan tujuan untuk mensukseskan pembangunan, keberhasilan pembangunan dapat optimal ditunjang oleh kualitas sumber daya manusia yang sehat dan bugar. Kesehatan dan kebugaran dapat diwujudkan dengan cara melakukan kegiatan olahraga secara teratur. Dalam hubungannya dengan pembentukan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah memberlakukan Pembelajaran Penjasorkes ke dalam setiap jenjang pendidikan SD/MI sampai SMA/SMK.
Di dalam intensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, peranan pendidikan jasmani adalah sangat penting, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain dan olahraga yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat.
Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai (sikap-mental-emosional-spiritual-sosial), dan pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan serta perkembangan yang seimbang. Dengan pendidikan jasmani siswa akan memperoleh berbagai ungkapan yang erat kaitannya dengan kesan pribadi yang menyenangkan serta berbagai ungkapan yang kreatif, inovatif, terampil, memiliki kebugaran jasmani, kebiasaan hidup sehat dan memiliki pengetahuan serta pemahaman terhadap gerak manusia.
Pembelajaran pendidikan jasmani merupakan pembelajaran yang sangat disukai oleh siswa disekolah, karena dalam pembelajaran pendidikan jasmani siswa dapat berolahraga sambil bermain. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani guru diharapkan mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan dan olahraga, internalisasi nilai-nilai (sportifitas, jujur, kerjasama, dan lain-lain) serta pembiasaan pola hidup sehat. Pelaksanaannya bukan melalui pembelajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun melibatkan unsur fisik, mental, intelektual, emosi dan sosial.
Teknik dalam permainan bolavoli merupakan faktor yang sangatpenting. Menurut Muhajir (2004:34) menyatakan bahwa teknik adalah cara melakukan atau melaksanakansesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.(Muhajir, 2004) menyatakan teknik dalam permainan bolavoli dapat diartikan sebagai caramemainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturanpermainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal.Untuk itu teknik dasar permainan bolavoli merupakanteknik yang cukup penting yang harus dilatih supaya mendapatkan hasilyang baik.
Menurut Nuril Ahmadi, (2007: 19).Mengatakan bahwa Permainan bolavoli merupakan suatu permainan yangkompleks yang tidak mudah untuk dilakukan setiap orang. Diperlukanpengetahuan tentang teknik-teknik dasar dan teknik-teknik lanjutan untukdapat bermain bolavoli secara efektif.Teknik dasar bermain bolavoli meliputipassing, service, smash dan block.Passing merupakan teknik dasar bolavoli yang berfungsi untuk memainkan bola dengan teman seregunya dalam lapangan permainan sendiri.
Proses pembelajaran pendidikan jasmani pada siswa  kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar yang dilaksanakan di jam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) selama peneliti menjadi tenaga Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) yang berlangsung selama 3 bulan di Sekolah SMK Negeri 1 Makassar  yang beralamatkan di Jln Andi Mangerangi Kecamatan Bongaya. Dalam materi permainan bola voli khususnya dalam teknik dasar passing atas, siswa mengalami kesulitan dalam melakukan teknik passing atas khususnya pada perkenaan bola dengan tangan dan banyaknya siswa yang merasa akan takut berat bola saat melakukan pukulan khususnya perempuan serta  kurangnya sarana seperti halnya bola voli hanya ada 6 buah dengan adanya kesulitan yang di alami siswa ini berdampak pada tingkat keterampilan siswa dalam melakukan passing atas. Oleh karena itu, dengan adanya upaya menggunakan variasi latihan passing berpasangan dengan metode pembelajaran efektif yang di harapkan bisa meningkatkan keterampilan dalam bermain voli.
Melihat dari uraian di atas maka peneliti menarik kesimpulan untuk meneliti teknik dasar passing atas dalam permainan bola voli di Sekolah SMK Negeri 1 Makassar dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan passing atas dalam permainan bola voli melalui pembelajaran variasi passing berpasangan. Berdasarkan latar belakang diatas maka penelitian ini berjudul “ Upaya Meningkatkan Passing Atas Permainan Bola Voli siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar Melalui Pembelajaran Menggunakan variasi passing berpasangan”.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan permasalahan diatas yang menjadi pokok penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: Apakah terdapat peningkatan kemampuan passing atas dalam permainan bola voli melalui pembelajaran variasi passing berpasangan pada siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar ?
C.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan di atas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan passing atas permainan bola voli melalui pembelajaran variasi passing berpasangan siswa kelas  X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar.
D.    Manfaat Penelitian
Setelah Penelitian Tindakan Kelas ini selesai di harapkan bisa memberikan kegunaan sebagai berikut :
a.       Manfaat bagi siswa
1)      Dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi siswa terhadap penigkatan gerak dasar passing atas yang optimal bagi siswa yang mengalami kesulitan.
2)      Dapat meningkatkan minat dan kemampuan dalam melakukan passing atas, sehingga siswa memperoleh situasi pemgalaman belajar yang lebih konkret, bermakna, dan menyenangkan.
b.      Manfaat bagi guru
1)      Untuk meningkatkan kreatifitas guru dalam mengajar.
2)      Untuk meningktakan proses belajar mengajar di sekolah.
3)      Untuk  menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian lebih lanjut. 
c.       Manfaat Bagi Peneliti
1)      Peneliti memperoleh pengetahuan dan pemikiran secara langsung bagaimana cara memilih pembelajaran yang tepat sehingga dalam pembelajaran peneliti mempunyai wawasan dan pengalaman.
2)      Peneliti mempunyai dasat – dassar kemampuan mengajar dan memperoleh pemecahan masalah dalam penelitian sehingga di peroleh suatu variasi latihan yang dapat meningkatkan teknik dasar permainan bola voli.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS
A.    Kajian Pustaka
1.      Hakikat Belajar dan Pembelajaran Pendidikan jasmani
Belajar merupakan hal yang sangat penting bagi kita semua. Karena dengan belajar kkita bias mengetahui dan bias melakukan dan memahami yang sebelumnya kita belum mengetahui dan mengerjakannya. Belajar adalah berusaha atau berlatih agar mendapatkan kepandaian.Belajar meupakan kegiatan berproses dan merupakan unsure yang sangat fundamental dalam setiap jenjang pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dan penting dalam keseluruhan proses pendidikan.
Menurut Sudjana dalam kutipan Oemar Hamalik (2001) Menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses yang di tandai dengan adanya perubahan pada diri sesorang. Adapun perubahan hasil proses belajar dapat di tunjukkan dalam berbagai bentuuk seperti: penambahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek – aspek lainnya yang ada pada individu – yang belajar. Selain itu Budianingsih dalam kutipan buku Oemar Hamalik  (2001:7) menyatakan bahwa “ belajar merupakan bentuk perubahan yang alami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon “.
Jadi dapat di simpulkan bahwa pengertian belajar adalah upaya maksimal dari seorang guru sebagai pengajar dan seorang siswa sebagai pelajar dalam merancang sebagai pengelolah segala sesuatu hal yang berkaitan dengan proses kegiatan belajar mengajar untuk memperoleh hasil kegiatan belajar yang maksimal. Kita tahu bahwa prinsip belajar merupakan upaya membangkitkan aspek - aspek yang harus di kembangkan sebagai potensi belajar siswa yaitu, perhatian, motivasi, keaktivan, pengalaman, pengulangan,tantangan dan perbedaan individual.
a.       Tujuan Belajar
Tujuan belajar ialah untuk menghasilkan para siswa yang bermutu bagi kehidupan masyarakat, karena belajar sangatlah penting untuk mengetahui ilmu – ilmu yang ada di dunia ini.
Menurut Oemar Hamalik (2001: 15) menyatakan bahwa tujuan belajar ialah menghasilkan perilaku yang besifat melekat. Proses belajar dalam pendidikan jasmani, juga bertujuan menimbulkan perubahan perilaku. Guru mengajar dengan maksud agar terjadi proses belajar.

Dari uraian di atas dapat diaambil kesimpulan bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan melalui sebuah kegiatan dan rekreasi terhadap lingkungan, peruubahan tersebut tidak dapat di sebut belajar apabila di sebabkan oleh pertumbuhan atau keadaan sementara seseorang seperti kelelahan atau disebabkan oleh kelelahan obat – obat. Dalam keseluruhan pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti berasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung bagaimana  keseluruhan proses pembelajaran yang dialami siswa sebagai anak didik.
b.      Pembelajaran Pendidikan jasmani
Pembelajaran pendidikan jasmani kesehetan merupakan pembelajaran yang melibatkan kondisi jasmani seseorang dan kesehatan fisik seseorang dimana pembelajaran ini sangat di sukai anak – anak, dalam pembelajaran ini anak – anak bisa bebas bergerak sebebas – bebasnya sesuai dengan yang diinginkan anak tersebut.Di dalam pendidikan jasmani pun terdapat tiga aspek komponen yang sangat penting yaitu, psikomotorik, afektif dan kognitif.
Menurut Muhajir (2004) menyatakan bahwa “pendidikan jasmani adalah pase dari proses pendidikan keseluruhan yang berhubungan dengan aktifitas berat yang mencakup system otot serta hasil belajar dari partisifasi dalam aktivitas tersebut. Pendidikan jasmani merupakan suatu proses pendidikan sebagai seseorang individu maupun sebagai anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematis melalui berbagai kegiatan jasmani, perubahan kecerdasan dan pembentukan watak.
Melalui kegiatan pelajaran jasmani diharapkan tumbuh  dan berkembang sehat dan segar jasmaninya, serta perkembangan pribadi secara harmonis. Dalam  hubungan dengan peningkatan prestasi, pendidikan jasmani berupaya membentuk gerak dasar yang bermanfaat dalam usaha pembibitan olahragawan melalui kegiatan Ekstrakurikuler misalnya olahraga – olahraga yang memasyarakat seperti, sepak bola, bola voli dan lain – lain.
Berdasarkan uraian diatas maka  pembelajaran pendidikan jasmani adalah proses pendidikan yang dilakukan secara sistematis dan terprogram oleh guru dalam upaya membantu agar potensi dann kemampuan yang dimiliki oleh para siswa daapt berkembang secara utuh dengan baik terkait dengan tiga aspek yang sangat khas dalam pendidikan jasmani, aspek kognitif, afektif dan psikomotorik, yaitu dalam mencapai tujuan pendidikan yang di harapkan.
2.      Hakikat Pendidikan Jasmani
Hakikat pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatan aktivitas untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, mahluk totasl, dari pada hanya menggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya.
Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembanagan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai – nilai (sikap mental, emosional, sportivitas, spiritual, social), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. “Menurut Rusli Lutun dalam kutipan Yoshi Yustagina (2013) Menyatakan bahwa pendidikan jasmani merupakan proses belajar untuk bergerak dan belajar melalui gerak.”
Menurut Aip Syarifudin, dkk (dalam Nurhadi Santoso,  2009:3) Pendidikan jasmani adalah suatu proses melalui aktivitas jasmani, yang dirancang dan disusun secara sistematik untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan, meningkatkan kemampuan dan ketrampilan jasmani, kecerdasan dan pembentukan watak, serta nilai dan positif bagi setiap warga Negara dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan menurut Arma Aboellah (dalam Guntur, 2009:15) menyatakan pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan melalui kegiatan jasmani yang bertujuan mengembangkan individu secara organik, neuro muscular, intelektual dan emosional.
Dari beberapa uraian diatas penulis simpulkan bahwa pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan yang mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, sosial, serta emosional setiap warga Negara dalam mencapai tujuan pendidikan.
3.      Permainan Bola Voli
a.       Pengertian Permainan Bola Voli
Bolavoli merupakan suatu olahraga permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu yang dipisahkan dengan net.Masing-masing regu memiliki enam orang pemain dengan menggunakan lapangan yang berbentuk segi empat panjang dan ditengah-tengah lapangan dibentangkan pemisah yaitu bernama net.
Menurut Sahadi Anwaruddin (2011:19) “Bola voli merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu dengan jumlah 6 orang, dengan tujuan dari permainan ini adalah masing – masing regu harus menyeberangkan bola melewati bagian atas net kedaerah lapangan lawan dengan cara memvoli bola”.


Permainan ini dapat dimainkan didalam ruangan ataupun diluar ruangan yang terbuka. Dalam permainan bolavoli yaitu setiap regu mampu mempertahankan bola untuk tetap tidak menyentuh tanah didalam lapangan area sendiri dan melompatkan bola melewati atas net sampai bola jatuh menyentuh tanah didalam lapangan area lawan melalui teknik-teknik dasar bermain bolavoli dengan tujuan untuk mendapatkan skor.
Menurut Nuril Ahmadi (2007:19), bahwasannya “Bolavoli merupakan olahraga permainan kompleks yang tidak mudah dimainkan oleh setiap orang”. Permainan bolavoli dimainkan dilapangan segi empat dengan ukuran panjang 18 meter dan lebar 9 meter.Ditengah lapangan diberi pembatas yaitu net untuk membagi dua panjang tersebut. Lebar jaring net 90 cm dengan ketinggian 2,3 meter bagi putra dan bagi putri dengan ketinggian 2,2 meter, yaitu garis serang sebatas 3 meter dari net, dan selebihnya sebagai daerah pertahanan bagian belakang. Para pemain berputar searah jarum jam setiap pemain melakukan permulaan servis.
Tujuan dari permainan bolavoli adalah melewatkan bola diatas net agar dapat jatuh menyentuh lantai lapangan lawan untuk mencegah usaha yang sama dari lawan. Pada dasarnya permainan ini seperti halnya permainan lainnya yaitu di awali dengan pelaksanaan servis.Servis ini merupakan suatu upaya pemain dalam menyajikan bola didalam suatu permainan. Setelah servis diterima, maka akan dilanjutkan dengan pasing dan diselesaikan dengan pelaksanaan smash. Suatu regu atau tim yang akan menerima smash akan segera membangun benteng pertahanan dengan melakukan blok (bendungan). Pergerakan bola diupayakan dengan cara dipantulkan melewati atas net (jaring) menjadi daya tarik tersendiri dalam permainan bolavoli.
Dapat di simpulkan permainan bola voli ini seperti halnya permainan lainnya yaitu di awali dengan pelaksanaan servis.Servis ini merupakan suatu upaya pemain dalam menyajikan bola didalam suatu permainan. Setelah servis diterima, maka akan dilanjutkan dengan pasing dan diselesaikan dengan pelaksanaan smash. Suatu regu atau tim yang akan menerima smash akan segera membangun benteng pertahanan dengan melakukan blok (bendungan).
b.      Teknik Permainan Bola Voli
Menurut Nuril Ahmadi (2007: 20) ”Dalam permainan bola voli ada beberapa bentuk teknik dasar yang harus dikuasai. Teknk-teknik dalam permainan bola voli terdiri atas servis, passing bawah, passing atas, block, dan smash”.

Menurut Muhajir (2004: 34) menyatakan bahwa teknik adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif. Sedangkan teknik dalam permainan bolavoli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal. Untuk itu teknik dasar permainan bolavoli merupakan teknik yang cukup penting yang harus dilatih supaya mendapatkan hasil yang baik.

Teknik dasar bermain bolavoli merupakan faktor yang sangat penting karena mempengaruhi kelancaran permainan, bukan pencapaian prestasi. Adapun yang dimaksud dengan teknik dasar permainan bolavoli menurut Nakhrawi (2015) bahwa, ”Teknik dalam permainan bolavoli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efektif dan efisien sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai hasil yang optimal “. Seperti yang telah dikemukakan oleh Anthony dkk (2001), pentingnya penguasaan teknik dasar permainan bolavoli mengingat beberapa hal sebagai berikut:
1)      Hukuman terhadap pelanggaran peraturan permainan yang berhubungan dengan kesalahan dalam melakukan teknik.
2)      Karena terpisahnya tempat antara regu satu dengan regu yang lain, sehingga tidak terjadi adanya sentuhan badan dari pemain lawan, maka pengawasan wasit terhadapp kesalahan teknik akan lebih seksama
3)      Banyak unsur-unsur yang menyebabkan terjadinya kesalahan-kesalahan teknik, antara lain : membawa bola dan pukulan rangkap.
4)      Permainan bolavoli adalah permainan cepat, artinya waktu untuk memainkan bola sangat terbatas, sehingga penguasaan teknik yang tidak sempurna akan memungkinkan timbulnya kesalahan-kesalahan teknik yang lebih besar.
Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa, teknik dasar bolavoli merupakan suatu gerakan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam permainan bolavoli.Banyak manfaat yang di peroleh jika seorang pemain menguasi teknik dasar bermain bolavoli, yaitu terhindar dari hukuman kesalahan teknik. Mengingat pentingnya peranan penguasaan teknik dasar bolavoli, maka setiap pemain harus menguasai agar dapat meningkatkan keterampilannya secara individu maupun tim. Adapun bentuk dan ukuran lapangan bolavoli sebagai berikut:        
Gambar 1. 1 Lapangan Bola Voli
Sumber : (Muhajir 2004:30)
Agar dapat bermain bolavoli dengan baik, ada berbagai macam teknik yang harus dimiliki dan di pelajari.
1)      Passing
Passing adalah awal sentuhan bola atau usaha yang dilakukan seorang pemain untuk memainkan bola yang datang didalam daerahnya sendiri dengan menggunakan cara tertentu untuk dimainkan oleh teman seregunya yang biasanya di sebut dengan pengumpan (tosser) untuk diumpankan ke smasher sebagai serangan ke regu lawan. Menurut Sunardi dan Kardiyanto (2013:23) bahwa “Passing adalah mengoperkan bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan tenik tertentu, sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan”.
Passing dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu passing atas dan passing bawah. Passing dari bawah digunakan apabila bola yang datang dibawah ketinggian dada, sedangkan passing atas digunakan apabila bola yang datang di atas ketinggian dada. Adapun cara melakukan passing bawah dan atas sangat berbeda. Passing dalam permainan bolavoli  dibagi menjadi 2 (dua) spesifikasi, yaitu :
a)      Passing bawah
“Berdasarkan batasan passing diatas dapat dirumuskan passing bawah adalah teknik dasar permainan bolavoli dengan menggunakan kedua lengan bawah yang untuk mengoperkan bola kepada teman seregunya untuk dimainkan diarea lapangan sendiri dan bertujuan sebagai awal untuk melakukan serangan awal pada regu lawan “.

b)      Passing Atas
“Passing merupakan operan bola yang dimainkannya kepada teman seregunya sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan.Oleh karena itu, menguasai teknik dasar passing bolavoli diantaranya pasing atas merupakan faktor yang penting dan harus dipahami serta dikuasai dengan benar”.

Menurut Barbara L Viera dalam kutipan Nakhrawi  (2015:16) mengatakan passing atas bisa digunakan untuk menerima bola yang lebih tinggi dari bahu dan datang dengan essdikit kekuatan ke arah seorang pemain. Passing atas dapat pula dilakuakn untuk memberikan operan kepada teman untuk melakukan serangan.Cara melakukan passing atas, sedangkan menurut Nuril Ahmadi (2007: 25) “Jari tangan terbuka lebar dan kedua tangan membentuk mangkuk hampir saling berhadapan.Sebelum menyentuh bola, lutut sedikit ditekuk hingga tangan berada di muka setinggi hidung.Sudut antara siku dan badan ± 45 °. Bola disentuh dengan cara meluruskan kaki dan tangan.”
Tahapan melakukan passing atas dengan menggunakan kedua tangan yang diangkat ke atas lurus didepan kepala, jari-jari tangan dibuka. Bola didorong ka arah depan atas dengan arah bola berasal dari arah atas. Cara melakukan passing atas adalah dengan berdiri tegak, kaki dibukaselebar bahu, kedua lutut sedikit ditekuk dan badan seimbang. Kemudian angkat kedua tangan ke atas agak ke depan, jari-jari tangan dibuka, pandangan mata pada bola yang datang sehingga perkenaan bola tepat pada jari-jari tangan dan siap untuk dioperkan kepada teman. langkah-langkah melakukan passing atas adalah sebagai berikut :
a)      Sikap Permulaan
Ambil posisi normal yaitu: kedua kaki berdiri selebar dada , berat badan menumpu pada telapak kaki bagian depan, lutut ditekuk dengan badan merendah tempat badan secepat mungkin di bawah bola, dengan kedua tangan diangkat lebih tinggi dari dahi, dan jari-jari tangan terbuka lebar membentuk cekungan seperti setengah lingkaran.
b)      Gerakan pelaksana
Tepat saat bola berada diatas dan sedikit di depan dahi, lenggan diluruskan dengan gerakan agak eksplosif untuk mendorong bola. Perkenaan bola pada permukaan jari ruas pertama dan kedua, dan yang dominan mendorong bola adalah ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah.Pada waktu perkenaan dengan bola, jari-jari agak ditegangkan kemudian diikuti dengan gerakaan perelangan tangan agar bola memantul dengan baik.
c)      Grakan lanjutan
Setelah bola memantul dengan baik, lannjutan dengan meluruskan lengan ke depan atas sebagai suatu gerakaan lanjutan, diikuti dengan memindahkan berat badan ke depan dengan kaki belakang melangkah ke depan dan segera mengambil sikap siap dan posisi normal.
Gambar 1. 2. Posisi Tangan dan Tubuh Saat Passing Atas
Sumber : (Kemendikbud 2014:20)
Gambar 1. 3. Rangkaian gerak passing atas
Sumber :Sahadi Anwarudin, ( 2011;23)
Dari pendapat diatas dapat tarik kesimpulkan bahwa Passingatas merupakan salah satu teknik dasar bola voli yang memiliki pola gerakan yang cukup kompleks, jika dibandingkan dengan passing bawah. Tidak setiap siswa mampu melakukan passing atas dengan baik.Passing atas merupakan unsur yang terpenting dalam permainan bolavoli.
4.      Metode Latihan Passing Berpasangan
a.      Pengertian Metode latihan
Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan.Pengetahuan tentang metode - metode mengajar sangat di perlukan oleh para pendidik, sebab berhasil atau tidaknya siswa belajar sangat bergantung pada tepat atau tidaknya metode mengajar yang digunakan.
Metode pembelajaran latihan berarti cara yang dilakukan dalam proses pembelajaran sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal. Dengan menggunakan metode dapat merealisasikan strategi pembelalajaran yang telah ditetapkan.
b.      Variasi Latihan Passing Berpasangan
Merupakan suatu variasi latihan atau kombinasi  yang merupakan suatu gabungan beberapa teknik hal (teknik dasar). Yang dilakukan dalam satu rangkaian gerakan dengan tujuan, agar anak didik dapat memperkirakan efek dari teknik itu sendiri.
Menurut Yoshi Yustagina Latihan passing berpasangan ini salah satu jenis yang dapat dilakukan seorang pemain dalam latihan bermain bola voli khususnya teknik passing, yang dimaksudkan pemain berpasangan dengan tujuannya dan melakukan passing atas yang di usahakan bola tidak jatuh dan perkenan bola dan tangan selalu benar, dimana sikap permulaan berdiri berhadapan lalu melakukan umpan setelah itu di passing atas secara berulang – ulang. Keuntungan pada latihan latihan ini passing berpasangan ini adalah banyaknya sisi yang mengharuskan passing sesuai dengan keberadaan passinganya saat melakukan latihan.
Dari uraian di atas konsep suatu variasi latihan atau pola latihan permainan bola voli merupakan suatu latihan yang untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan pemain dalam melakukan passing yang baikmenjadi modal utama dalam mengembangkan keterampilan teknik dasar bermain bola voli.
c.       Jenis – Jenis latihan passing berpasangan
1)      Variasi Latihan Passing Berpasangan
Latihan passing rotasi berpasangan setiap kelompok minimal 4 orang saling berhadapan dengan jarak dua sampai tiga meter melakukan passing  atas secara bergantian (rotasi) tanpa terjatuh. Setiap anak yang sudah melakukan passing langsung melakukan rotasi dengan lari ke arah baris paling belakang kelompoknya sampai tiba gilirannya kembali melakukan passing.
2)      Variasi Latihan Passing Rotasi Ke Arah larinya Bola
Latihan passing rotasi kea rah larinya bola setiap pasangan minimal 4 orang saling berhadapan dengan jarak sekitar 3 meter melakukan passing Atas secara bergantian (rotasi). Cara latihan ini mirip dengan passing rotasi berpasangan. Perbedaannya terletak pada cara melakukan rotasi. Setiap anak yang sudah melakukan passing langsung lari mengikuti arah bola dan antri berada dii kelompok yang berada di depannya dengan mengambil posisi paling belakang.Begitu juga dengan kelompok yang satunya juga melakukan rotasi mengikuti arah laju bola.Rotasi berlangsung ssecara sistematis sesuai arah passing.


3)      Latihan passing satu bola untuk 6 orang anak
Cara melakukan adalah 6 orang anak di bagi menjadi dua banjar 3 anak – 3 anak berdiri saling berhadapan tanpa terjatuh.Dengan tujuan untuk berlatih ketepatan passing.
Dari uraian di atas adapun yang menjadi fokus latihan dalam penelitian ini adalah variasi latihan passing berpasangan  yang telah disusun dan terencana yang di harapkan mampu untuk meningkatkan keterampilan passing atas siswa kelas X AK 1 SMK Negeri Makassar yang beralamatkan dijalan Andi Mangerangi Kecamatan Bongaya.
5.      Hakikat Bermain Bola Voli
Menurut M Yunus dalam kutipan Anthony Don (2001:24) “kemampuan adalah kapasitas seseorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu.Keterampilan gerak dasar merupakan suatu kemampuan yang biasa siswa lakukan guna meningkatkan kualitas hidup”.Kemampuan gerak dasar dibagi menjadi tiga kategori yaitu kemampuan locomotor, kemampuan nonlocomotor, dan kemampuan manipulatif. Kemampuan locomotor digunakan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Kemampuan nonlocomotor dilakukan ditempat tanpa ada ruang gerak yang memadai.Sedangkan kemampuan manipulative dilakukan untuk memanipulasi benda.
Menurut Machfud Irsada dalam buku Muhajir (2004:42) Gerak dasar dalam permainan bolavoli merupakan ketrampilan gerak yang dilakukan dalam kegiatan bermain bolavoli baik yang berkaitan dengan aktivitas pada saat memainkan bola maupun pada saat tanpa memainkan bola. Permainan bolavoli membutuhkan kemampuan untuk mempersepsi bola , mencakap arahnya, dan kecepatannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan bermain bola voli merupakan potensi seseorang untuk menunjukkan keahlian bermain bola voli yang merupakan hasil dari latihan atau praktek.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan dalam bermain bola voli merupakan suatu usaha atau kesanggupan dalam melakukan suatu kemampuan gerak dasar yang meliputi gerak Locomotor, nonlocomotor dan kemampuan manipulatif seseorang atau individu.
B.     Kerangka Berpikir
Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu melibatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Siswa diarahkan untuk menyelesaikan masalah yang dipelajari. Permasalahan yang sering terjadi dalam pembelajaran pendidikan jasman khsususnya pada metode atau cara menyampaikan materi pembelajaran.
Dengan diterapkannya menggunakan variasi latihan passing berpasangan dalam pelaksanaan tindakan tiap  siklus diisesuaikan dengan topik materi yang telah disusun dan terarah sehingga mudah dipelajari dan dijabarkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), setiap pertemuan.





Hasil peningkatan kemampuan passing atas rendah

Kondisi Awal

Siklus I
Siswa melakukan teknik dasar passing atas bola voli dengan menggunakan variasi latihan passing berpasangan

Meningkatkan kemampuan  passing atas bola voli dengan menggunakan   variasi latihan passing berpasangan




Tindakan

Siklus II
Perbaikan dari pada siklus I

Kondisi Akhir

Dengan menggunakan variasi latihan passing berpasangan kemampuan passing atas siswa meningkat
 

















Gambar 2. 4 Alur Kerangka berpikir
C.      Hipotesis Tindakan
Melalui kerangka pemikiran yang telah disusun sebelumnya maka dapat dirumuskan hipotesis tindakan terhadap penelitian ini adalah sebagai berikut :
“Melalui variasi latihan passing berpasangan dapat meningkatkan kemampuan passing atas dalam permainan bola voli pada siswa kelas  X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar”.
BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.Arikunto (2009:58) mengatakan bahwa penelitian tindakan kelas (Clasroom ActionResearch) yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelas atau disekolah tempat dia mengajar dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya.Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti melaksanakan melalui dua siklus yaitu siklus I dan siklus II.Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
B.     Prosedur Penelitian
Prosedur tindakan kelas pada dasarnya bertujuan untuk mengatasi masalah – masalah pembelajaran di kelas dan sekaligus merupakan upaya meningkatkan efektifitas pembelajaran.Dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas peneliti mampu memahami lebih dalam persoalan – persoalan yang ada di dalam kelas dan mampu menemukan solusi yang terbaik dari persoalan tersebut.
Empat tahapan yang lazim di lalui yaitu (1) perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) pengamatan , dan (4) refleksi. Adapun model dari penjelasan untuk masing-masing tahap adalah sebagai berikut :




Perencanaan

SIKLUS I

Pengamatan

SIKLUS II


Pengamatan


Refleksi


Refleksi

Pelaksanaan


Pelaksanaan


Perencanaan
 

                                         


                                                       
                                   
                                                                                         




Gambar 3.1 Alur tahap Siklus Penelitian Tindakan Kelas
Sumber. Arikunto, (2016:34)
Penelitian tindakan kelas ini di lakukan dua siklus guna melihat peningkatan teknik dasar passing atas menggunakan variasi latihan passing berpasangan.
Adapun penjelasan dari tahap – tahap siklus di atas adalah sebagai berikut:
1.      Siklus I
1)      Siklus I Pertemuan Ke - 1
a)      Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan pembelajaran yang terdiri dari:
(1)   Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
(2)   Instrument yang digunakan dalam siklus PTK.
(3)   Menyusun lembar penilaian.
(4)   Mempersiapkan sarana dan prasarana permaina bola voli
(5)   Mempersiapkan tempat penelitian.
b)      Tahap Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan kelas (Arikunto, 2009:18). Tahap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan proses pembelajaran dilanjutkan di lapangan dengan langkah – langkah kegiatan antara lain:
(1)   Menjelaskan kegiatan belajar mengajar passing atas
(2)   Memberikan pelajaran passing atas
(3)   Melakukan pemanasan di lapangan
(4)   Mendemonstrasikan gerakan passing atas
(5)   Menarik kesimpulan
(6)   Mealakukan pendinginan
c)      Tahap Pengamatan
Observasi adalah kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat (Arikunto, 2009:112).Kegiatan observasi dilaksanakan untuk mengamati keseluruhan siswa untuk mengetahui siapa yang hadir dan tidak hadir serta aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dan melihat hasil keterampilan passing atas.


d)     Refleksi
Refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan (Arikunto, 2009:112). Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini untuk menganalisa data yang diperoleh dari hasil observasi guna melihat guna melihat kekurangan dan kelebihan yang terjadi dalam proses pembelajaran.
2)      Siklus I Pertemuan Ke - 2
a)      Tahap Perencanaan
Kegiatan ini merupakan kegiatan tindakan lanjutan dari pelaksanaan tindakan dari siklus I pertemuan ke – 2.Hasil refleksi dari pertemuan sebelumnya menerapkan pedoman untuk tindakan berikutnya. Tahap perencanaan pembelajaran, menyiapkan sarana dan prasarana belajaran yang digunakan untuk proses pembelajaran.
Alat yang digukan dari suklus I pertemuan ke – 2 masih sama dengan pertemuan sebelumnya karena merupakan lanjutan pembelajaran.
b)      Tahap Pelaksanaan Tindakan
Tahap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan proses pembelajaran di kelas dan dilanjutkan di lapangan dengan langkah- langkah kegiatan antara lain:
(1)   Menjelaskan kegiatan belajar mengajar passing atas
(2)   Memberikan pelajaran passing atas
(3)   Melakukan pemanasan di lapangan
(4)   Mendemonstrasikan gerakan passing atas
(5)   Melakukan teknik dasar passing atas menggunakan variasi latihan passing berpasangan
(6)   Menarik kesimpulan
(7)   Mealakukan pendinginan
c)      Tahap Pengamatan
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengamati keseluruhan siswa untuk mengetahui siapa yang hadir dan tidak hadir serta aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dan melihat hasil keterampilan passing atas.
d)     Refleksi
Pada tahap ini diawali dengan diskusi antara pelaksana tindakan dengan kolaborator untuk membahas tentang hasil observasi.Kegiatan ini untuk menemukan kelebihan dan kekurangan yang masih terlihat pada pelaksanaan pertemuan ke-1.
3)      Siklus I Pertemuan ke - 3
Pada pertemuan ke 3 ini peneliti melakukan tes untuk mengetahui peningkatan passing atas siswa.Siklus I pertemuan ke-3 ini diharapkan kemampuan passing atas siswa dalam permainan bola voli dapat lebih meningkat dari sebelumnya dan kemudian dapat ditarik kesimpulan.
2.      Siklus II
Siklus II merupakan perbaikan dari siklus I. Peneliti mengadakan evaluasi hasil dan proses pembelajaran pada siklus I dan merefleksi kembali hal-hal apa atau tindakan penelitian selanjutnya, sehingga dapat meningkatan teknik passing atasdalam permainan bola voli dari siklus I ke siklus II.
Tindakan yang akan dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:
1)      Siklus II Pertemuan ke - 1
a)      Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan pembelajaran yang terdiri dari:
(1)   Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
(2)   Instrument yang digunakan dalam siklus PTK.
(3)   Menyusun lembar penilaian.
(4)   Mempersiapkan sarana dan prasarana permaina boola voli.
(5)   Mempersiapkan tempat penelitian.
b)      Tahap Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan proses pembelajaran dilanjutkan di lapangan dengan langkah – langkah kegiatan antara lain:
(1)   Menjelaskan kegiatan belajar mengajar passing atas
(2)   Memberikan pelajaran passing atas
(3)   Melakukan pemanasan di lapangan
(4)   Mendemonstrasikan gerakan passing atas
(5)   Menarik kesimpulan
(6)   Mealakukan pendinginan


c)      Tahap Pengamatan
Observasi adalah kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat (Arikunto, 2009:112).Kegiatan observasi dilaksanakan untuk mengamati keseluruhan siswa untuk mengetahui siapa yang hadir dan tidak hadir serta aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dan melihat hasil keterampilan passing atas.
d)     Refleksi
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini untuk menganalisa data yang diperoleh dari hasil observasi guna melihat guna melihat kekurangan dan kelebihan yang terjadi dalam proses pembelajaran.
2)      Siklus II Pertemuan ke - 2
a)      Tahap Perencanaan
Kegiatan ini merupakan kegiatan tindakan lanjutan dari pelaksanaan tindakan dari siklus II pertemuan ke – 1.Hasil refleksi dari pertemuan sebelumnya menerapkan pedoman untuk tindakan berikutnya. Tajap perencanaan pembelajaran, menyiapkan sarana dan prasarana belajaran yang digunakan untuk proses pembelajaran.
Alat yang digukan dari suklus II pertemuan ke – 2 masih sama dengan pertemuan sebelumnya karena merupakan lanjutan pembelajaran.
b)      Tahap Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan proses pembelajaran di kelas dan di lanjutkan dilapangan dengan langkag – langkah kegiatan sebagai berikut:
(1)   Menjelaskan kegiatan belajar mengajar passing atas
(2)   Memberikan pelajaran passing atas
(3)   Melakukan pemanasan dilapangan
(4)   Mendomonstrasikan gerakan passing atas kepada siswa
(5)   Melakukan teknik dasar passing atas menggunkan variasi latihan passing berpasangan
(6)   Menarik kesimpulan
(7)   Melakukan pendinginan
c)      Tahap Pengamatan
Kegiatan observasi dilaksanakan untuk mengamati keseluruhan siswa untuk mengetahui siapa yang hadir dan tidak hadir serta aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dan melihat hasil keterampilan passing atas.
d)     Refleksi
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah menganalisis data yang diperoleh pada tahap observasi. Berdasarkan hasil analisis data dilakukan refleksi guna melihat kekurangan dan kelebihan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Pada pertemuan ke 2 ini peneliti melakukan tes untuk mengetahui peningkatan passing atas.Apakah sudah efektif dengan melihat ketercapaian dalam indikator kinerja pada siklus I dan siklus II.Siklus II pertemuan ke- 3 ini diharapkan kemampuan passing atas siswa dalam permainan bola voli dapat lebih meningkat dari sebelumnya dan kemudian dapat ditarik kesimpulan.
C.    Fokus Penelitian
Menurut Suharsimi Arikunto (2009) menyatakan variabel adalah objek peneitian atau apa saja yang menjadi titik perhatian dari suatu penelitian. Agar lebih terarah untuk mengenal makna, pengertian dan masalah serta terhindar dari salah pengertian, maka perlu dijelaskan yang menjadi fokus dalam penelitian ini sebagai berikut :
Variasi latihan passing berpasangan  dan kemampuan passing atas, variasi latihan passing berpasangan adalah suatu bentuk latihan yang di maksudkan untuk meningkatkan kemampuan passing siswa dalam permainan bola voli. Sedangkan keterampilan passing merupakan suatu usaha atau upaya seorang pemain bola voli dengan caramemainkan bola secara efisien dan efekrif sesuai permainan yang berlaku untuk mencapai hasil yang optimal.
D.    Objek penelitian
Ibnu dalam kutipan Winarno (2013:58) mengemukakan, populasi adalah semua subjek atau objek sasaran penelitian.Jadi, populasi adalah sekelompok sesuatu yang menjadi minat peneliti dimana dari kelompok itulah bisa dilakukan penganggapan umum (generalisasi) atas hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan. Dengan demikian maka yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X  AK 1 SMK Negeri 1 Makassar. Yang terdiri 30 siswa yaitu perempuan 22 orang dan laki – laki 8 orang  kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar.


E.     Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan Data menurut Ibnu dalam kutipan Winarno (2003:71) mengemukakan bahwa instruumen penelitian memegang peranan penting dalam upaya mencapai tujuan penelitian.Untuk mengumpulkan data-data yang akurat sebagai dasar untuk menilai keberhasilan suatu tindakan yang dicobakan maka peneliti menggunakan teknik pengambilan data yaitu teknik tes.
Teknik tes  merupakan alat ukur data yang berharga dalam penelitian. Tes ialah seperangkat rangsangan (stimulus) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban - jawaban yang di jadikan penetapan skor dan data tentang hasil passing atas.
F.     Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan dan dipilih oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah (Suharsimi Arikunto, 2009:134).
Instrumen atau alat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tes teknik dasar passing atas, untuk mengukur kemampuan dalam penguasaan tahapan-tahapan gerak dasar passing atas pada permainan bola voli. Pelaksanaan tes passing atas menggunakan tes Keterampilan ini disusun untuk siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar yang sudah diterapkan dengan rangkaian tes sebagai berikut:


1.      Tujuan : MeningkatkanKemampuan Passing Atas
a.       Alat-alat yang digunakan dalam tes ini antara lain:
1)      Bola voli
2)      Stup watch,
3)      Alat tulis, dan Sempritan
4)      Meteran
5)      Tiang berukuran 2,30 m untuk putra, dan 2,15 m untuk putri.
6)      Lapangan dengan bentuk segi empat sama sisi dengan ukuran 4,5 m x 4,5 m.
b.      Petugas Tes
1)      Memberi aba – aba.
2)      Menghitung passing atas yang benar.
3)      Menghitung waktu selama 60 detik.
4)      Mengamati kaki peserta tes jika keluar area.
c.       Pelaksanaan
1)      Peserta tes berdiri di tengah area berukuran 4,5 x 4,5 m.
2)      Untuk memulai tes, bola dilambungkan sendiri oleh peserta tes, setelah mendengar aba – aba “Ya”.
3)      Setelah bola dilambungkan peserta melakukan passing atas dengan ketinggian minimal 2,30 m untuk putra dan 2,15 m untuk putri.
4)      Bila peserta tes gagal melakukan passing atas dan bola keluar area, maka peserta tes segera mengambil bola tersebut dan melanjutkan passing atas kembali.
5)      Bila kedua kaki peserta tes berada di luar area, maka petugas tes memerintahkan agar peserta tes segera kembali ke area, dan bola yang terpukul sewaktu kedua kaki berada di luar area tidak dihitung.       
d.      Pencatat Hasil
Passing atas yang dianggap benar dan dihitung adalah bila bola mencapai ketinggian minimal 2,30 m, untuk putra dan 2,15 m putri dan dilakukan di dalam area selama 60 detik.












Table. 3.2 Pedoman penilaiam psikomotorik passing atas
No.
Aspek yang dinilai
Indikator
Skor
Ket
1
2
3
4

1.
Sikap Permulaan
-          Sikap siap normal benar.
-          Berdiri dengan kedua kaki dinuka selebar bahu.
-          Kedua lutut direndahkan hingga berat badan bertumpu pada ujung kaki bagian depan.
-          Posisi lengan di depan badan dengan kedua telapak tangan dan jari-jari renggang sehingga membentuk seperti mangkuk di depan atas muka (wajah).
-          Pandangan kea rah bola.





2.
Saat Perkenaan
-          Dorongkan kedua lengan menyongsong arah datangnya bola bersamaan kedua lutut dan pinggul naik serta tumit terangkat.
-          Usahakan arah datangnya bola tepat di tengah-tengah atas wajah.
-          Perkenaan bola yang baik,adalah tepat mengenai jari-jari tangan,





3.
Sikap Akhir
-          Tumit terangkat dari lantai.
-          Kemudian pinggul dan lutut naik serta kedua lengan lurus.
-          Siku dan lutut di luruskan
-          Kembali ke posisi siap menerima bola







Skor Maksimal



12

(sumber: Nuril Ahmadi (2007)
            Ketentuan :
1. Jika semua indikator dalam aspek penilaian terpenuhi maka nilai 4.
2. Jika indikator dalam aspek penilaian terpenuhi hanya 3 maka nilai 2.
3. Jika indikator dalam aspek penilaian terpenuhi hanya 2 maka nilai 2.
4. Jika indikator dalam aspek penilaian terpenuhi hanya 1 maka nilai 1.
5. Skor maksimal setiap aspek adalah 4.
6. Jumlah skor maksimal adalah 12
            Npsikomotorik = ∑skor diperoleh      x 100  
                                        ∑skor maksimal

G.      Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah terjadinya peningkatan passing atas siswa menggunakan variasi latihan passing berpasangan dikelas X AK 1 SMK Negeri Makassar.Berdasarkan penilaian dari Rancangan Pelaksanaan Pengajaran (RPP), maka setiap siswa minimal mendapatkan nilai cukup.
H.    Teknik Analisis Data
Data yang terkumpul dari pengamat, dijumlah menjadi satu kemuadian dirata-rata.Setelah semua data terkumpul, langkah selanjutnya adalah menganalisis data sehingga data-data tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, dianalisis menggunakan teknik analilis deskriptif.









BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Lokasi dalam penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Makassar.Selama 1 bulan dimulai sejak tanggal 10 juli/10 agustus 2018. SMK Negeri 1 Makassar berlokasi di jalan Andi Mangerangi, No. 38, Kecamatan Bongaya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak 6 pertemuan dengan alokasi waktu setiap pertemuan 3 X 45  menit.
B.     Penyajian Data Hasil Penelitian
1.      Data awal hasil kemampuan passing atas siswa kelas SMK Negeri 1 Makassar.
Sebelum melakukan penelitian tindakan kelas terlebih dahulu peneliti melakukan observasi awal untuk mengetahui keadaan yang terjadi dilapangan untuk memberikan tindakan yang akan diberikan kepada peneliti. Berikut data awal yang dapat peneliti pada kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar.






Tabel 4.1 deskripsi Data Awal hasil kemampuan Passing Atas
No
Nilai Interval
Frekuensi
Persentase ( % )
Kategori
1
91 – 100
-
-
Sangat Baik
2
80 – 90
-
-
Baik
3
70 – 79
-
-
Cukup
4
60 – 69
30
100 %
Kurang
5
< 60
-
-
kurang Sekali

Jumlah
30
100 %

(sumber:Analisis data hasil kemampuan passing atas 2018)
Berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan persentase data awal hasil kemampuan passing atas di kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar, sebelum dilakukan tindakan dapat dijelaskan bahwa dari jumlah keseluruhan siswa, belum ada peningkatan hasil kemampuan passing atas permainan bola voli yang benar dengan nilai persentase 100 % dari 30 siswa yang termasuk kategori kurang.
Berdasarkan data awal dapat dijelaskan data tersebut belum mencapai kategori yang di harapkan yaitu nilai cukup, oleh karena itu perlu adanya tindakan yang diberikan pada hasil pembelajaran passing atas siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar, yaitu melalui pembelajaran variasi passing berpasangan. Dimana penelitian tindakan kelas ini akan dilakukan sebanyak dua siklus dan apabila siklus I masih ada siswa yang belum mencapai kategori yang diharapkan  atau nilai cukup, maka akan di lanjutkan di siklus II.

2.      Siklus I
pada siklus I peneliti melaksanakan kegiatan Penelitian Tindakan Kelas, dengan melakukan persiapan dan langkah-langkah sebagai berikut:
a.       Perencanaan
Perencanaan diawali dengan konsultasi dengan guru olahraga selaku guru pamong. Konsultasi antara peneliti dengan guru pamong meliputi penentuan waktu tindakan kelas, yang akan digunakan untuk penelitian, perencanaan tindakan, dan pembuatan RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran). Penentuan waktu tindakan ini kaitannya dengan pelaksanaan tindakan.Dari hasil konsultasi dengan guru pamong diperoleh kesepakatan pelaksanaan tindakan siklus I di mulai pada hari jum’at 20 juli 2018 dan kelas digunakan yaitu kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar.
Langkah selanjutnya adalah penentuan metode yang akan digunakan pada maetri pembelajaran. Penelitian melalui materi pembelajaran tentang teknik dasar passing atas  permainan bola voli. Setelah itu penyusunan RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran)yang memuat perencanaan pembelajaran yanga akan dilaksanakan. Persiapan yang terakhir adalah mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam pembelajaran. Diantaranya adalah menyiapkan lembar penilaian, peluit, lapangan bola voli dll.

b.      Pelaksanaan
Siswa dibariskan dengan formasi tiga saf, guru memimpin berdoa setelah itu dilakukan presensi, kemudian guru penjelaskan materi pembelajaran passing atas dari cara pelaksanaan sikap awalan, sikap perkenaan, sikap akhir dalam teknik dasar passing atas permainan bola voli.
Kegiatan berikutnya adalah pemberian pemanasan, waktu yang digunakan untuk kegiatan pemasanan 15 menit.Kegiatan pertama, siswa melakukan pergerakan statis dan dinamis, guru memberi contoh dan membetulkan siswa yang gerakannya kurang benar, menegur siswa yang kurang serius dalam melakukan pemanasan.
Memasuki kegiatan ini 90 menit. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 6 orang saling berhadapan dengan jarak dua sampai tiga meter melakukan passing atas secara bergantian (rotasi) tanpa terjatuh.
Kegiatan penutup dialokasikan waktunya 15 menit. Pada kegiatan penutup siswa dibariskan kembali untuk diadakan kereksi menyeluruh cara melakukan gerakan teknik dasar passing atas yang benar, kemudian memberikan kesempatan pada siswa untuk Tanya jawab, dilanjutan pendinginan, berdoa kemudian siswa dibubarkan.
c.       Observasi
Hasil dari pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung dalam mengikuti pembelajaran passing atas siswa antusias, sangat senang mengikuti kegiatan pembelajaran, meskipun hasil yang dicapai oleh siswa belum semuanya memuaskan. Pada siklus I dari jumlah 30 siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar, sudah ada 13 siswa yang sudah dapat melakukan passing atas dengan baik dan benar. Secara umum suasana dalam pembelajaran siswa cukup aktif, ini terlihat dari antusisme siswa dalam mengikuti pembelajaran mualai dari pemanasan sampai selesai pembeajaran.
Kegiatan yang telah dilakukan pada siklus I, pertama adalah penyajian materi passing atas dalam permainan bola voli melalui pembelajaran menggunakan variasi passing berpasangan yang dilakukan dilapangan, dilanjutkan dengan pengaplikasian materi passing atas melalui variasi latihan passing berpasangan, dan pertemuan selanjutnya yaitu mengambil hasil atau evaluasi tes yang dinilai dari penilaian proses dan penilaian produk. Berdasaran hasil penelitian pada siklus pertama, maka persentase kategori belajar siswa melalui pembelajaran menggunakan variasi passing berpasangan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:





Tabel 4.2 deskripsi hasil kemampuan passing atas melalui variasi passing berpasangan siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar.
No
Nilai Interval
frekuensi
Persentase
Kategori
1
91 – 100
-
0%
Sangat Baik
2
80 – 90
13
43,33 %
Baik
3
70 – 79
3
10%
Cukup
4
60 – 69
14
46,66 %
Kurang
5
< 60
-
0%
Kurang Sekali

Jumlah
30
100 %

(sumber:Analisis data hasil kemampuan passing atas 2018)
Berdasarkan tabel 4.2 menunjukkan persentase kategori hasil kemampuan passing atas melalui variasi  passing berpasangan, pada siklus I yang berkategori sangat baik dengan persentase 0% dengan frekuensi 0 siswa, baik dengan pesrentase 43,33% dengan frekuensi 13 siswa, cukup dengan persentase 10% dengan frekuensi 3 siswa, kurang dengan persentase 46,66% dengan frekuensi 14 siswa, dengan kategoori kurang sekali dengan persentase 0% dengan frekuensi 0 siswa.
Dari hasil tersebut maka dapat di simpulkan bahwa hasil kemampuan passing atas kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar dengan melalui pembelajaran variasi passing berpasangan mencapai persentase 43,33% (Baik), 10% (Cukup) dan 46,66% (Kurang). Dapat dilihat dari diagram batang perolehan nilai persentase pada siklus I berikut ini:
Gambar 4.1 diagram batang skor nilai persentase siklus I
Berdasarkan diagram batang skor nilai persentase pada siklus 1 menunjukkan bahwa dari 30 sampel penelitian, terdapat (43,33%) dengan frekuensi 13 siswa berkategori baik, (10%) dengan frekuensi 3 siswa berkategori cukup, dan (46,66%) dengan frekuensi 14 siswa berkategori kurang.
d.      Refleksi
Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi selama pelaksanaan siklus I, siswa mencapai indikator keberhasilan secara klasikal yang telah dirumuskan sebelumnya sebagai bentuk refleksi yang menjadi pertimbangan dalam melakukan revisi tindakan pada siklus kedua yaitu:
1)      Masih ada siswa yang bermain-main dan bercerita dengan temannya pada saat proses pembelajaran.
2)      Siswa masih kurang serius dan tidak memperhatikan pelasan guru saat proses pembelajaran berlangsung.
3)      Siswa masih ragu-ragu dalam melakukan gerakan dalam proses pembelajaran yang mengakibatkan gerakan yang dilakukan kurang maksimal. Oleh karena itu, diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan pada siklus II.
3.      Siklus II
Pada siklus II peneliti melaksanakan kegiatan penelitian tindakan kelas, dengan melakukan persiapan dan langkah-langkah sebagai berikut:
a.       perencanaan
Perencanaan diawali dengan konsultasi dengan guru olahraga selaku guru pamong. Konsultasi antara peneliti dengan guru pamong meliputi penentuan waktu tindakan kelas, yang akan digunakan untuk penelitian, perencanaan tindakan, dan pembuatan RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran). Penentuan waktu tindakan ini kaitannya dengan pelaksanaan tindakan.Dari hasil konsultasi dengan guru pamong diperoleh kesepakatan pelaksanaan tindakan siklus I di mulai pada hari jum’at 20 juli 2018 dan kelas digunakan yaitu kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar.
Langkah selanjutnya adalah penentuan metode yang akan digunakan pada maetri pembelajaran. Penelitian melalui materi pembelajaran tentang teknik dasar passing atas  permainan bola voli. Setelah itu penyusunan RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran)yangmemuat perencanaan pembelajaran yanga akan dilaksanakan. Persiapan yang terakhir adalah mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam pembelajaran. Diantaranya adalah menyiapkan lembar penilaian, peluit, lapangan bola voli dll.
b.      Pelaksanaan
Siswa dibariskan dengan formasi tiga saf, guru memimpin berdoa setelah itu dilakukan presensi, kemudian guru penjelaskan materi pembelajaran passing atas dari cara pelaksanaan sikap awalan, sikap perkenaan, sikap akhir dalam teknik dasar passing atas permainan bola voli.
Kegiatan berikutnya adalah pemberian pemanasan, waktu yang digunakan untuk kegiatan pemasanan 15 menit.Kegiatan pertama, siswa melakukan pergerakan statis dan dinamis, guru memberi contoh dan membetulkan siswa yang gerakannya kurang benar, menegur siswa yang kurang serius dalam melakukan pemanasan.
Memasuki kegiatan ini 90 menit. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 10 orang anak dimana anak dibagi menjadi dua banjar saling berhadapan  dengan jarak dua meter melakukan passing atas tanpa terjatuh.
Kegiatan penutup dialokasikan waktunya 15 menit. Pada kegiatan penutup siswa dibariskan kembali untuk diadakan kereksi menyeluruh cara melakukan gerakan teknik dasar passing atas yang benar, kemudian memberikan kesempatan pada siswa untuk Tanya jawab, dilanjutan pendinginan, berdoa kemudian siswa dibubarkan.
c.       Observasi
Hasil dari pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung dalam mengikuti pembelajaran passing atas siswa antusias, sangat senang mengikuti kegiatan pembelajaran, meskipun hasil yang dicapai oleh siswa belum semuanya memuaskan. Pada siklus I dari jumlah 30 siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar, sudah ada 13 siswa yang sudah dapat melakukan passing atas dengan baik dan benar. Secara umum suasana dalam pembelajaran siswa cukup aktif, ini terlihat dari antusisme siswa dalam mengikuti pembelajaran mualai dari pemanasan sampai selesai pembeajaran.
Kegiatan yang telah dilaksanakan pada siklus II adalah penyajian materi passing atas dalam permainan bola voli melalui pembelajaran passing berpasangan pada pembelajaran bola voli sebanyak tiga kali pertemuan dan dipertemuan ke-tiga pengambilan hasil atau evaluasi tes, yang dinilai dari penilaian proses dan penilaian produk. Berdasaran hasil penelitian pada siklus pertama, maka persentase kategori belajar siswa melalui pembelajaran variasi passing berpasangan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:



Tabel 4.3 deskripsi hasil kemampuan passing atas melalui passing berpasangan siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar.
No
Nilai Interval
Frekuensi
Persentase ( % )
Kategori
1
91 – 100
21
70 %
Sangat Baik
2
80 – 90
9
30 %
Baik
3
70 – 79
-
0 %
Cukup
4
60 – 69
-
0 %
Kurang
5
< 60
-
0 %
Kurang Sekali

 Jumlah
30
100 %

(sumber:Analisis data hasil kemampuan passing atas 2018)
Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan persentase kategori hasil kemampuan passing atas melalui passing berpasangan, pada siklus II yang berkategori sangat baik dengan persentase 70% dengan frekuensi 21 siswa, baik dengan persentase  30% dengan frekuensi 9 siswa, berkategori cukup dengan persentase 0% dengan frekuensi 0 siswa, kategori kurang dengan persentase 0% dengan frekuensi 0 siswa dengan kategori kurang sekali dengan persentase 0% dengan frekuensi 0 siswa.
Dari hasil tersebut maka dapat di simpulkan bahwa hasil kemampuan passing atas kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar dengan melalui pembelajaran passing berpasangan mencapai persentase 70% (Sangat Baik), dan 30 % (Baik). Dapat dilihat dari diagram batang perolehan nilai persentase pada siklus I berikut ini:
Gambar 4.2 diagram batang skor nilai persentase siklus II
Berdasarkan gambar diagram batang nilai persentase pada siklus II menunjukkan bahwa dari 30 sampel penelitian, terdapat (70%) dengan frekuensi 21 berkategori sangat baik, (30%) dengan frekuensi 9  berkategori baik.
d.      Refleksi
Berdasarkan refleksi pada siklus II, guru melaksanakan perbaikan pembelajaran untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada pada siklus I upaya yang dilakukan pada siswa mengalami peningkatan, berdasarkan hasil pengamatan sebagai berikut:
1)      Dalam proses pembelajaran siswa sudah bersungguh-sungguh dan memperhatikan penjelasan.
2)      Siswa sudah tidak ragu-ragu lagi dalam melakukan gerakan dalam proses pembelajaran mengakibatkan gerakan yang sudah dilakukan bisa maksimal.
4.      Perbandingan Siklus I dan Siklus II
Untuk lebih mengetahui perbandingan hasil kemampuan passing atas permainan bola voli melalui pembelajaran variasi passing berpasangan siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar pada siklus I dan II dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.4 deskripsi hasil kemampuan passing atas melalui pembelajaran variasi passing berpasangan siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar
Nilai Interval
Kategori
Siklus I
Siklus II
Frekuensi
Persentase ( % )
frekuensi
Persentase ( % )
91 – 100
Sangat Baik
-
- %
21
70%
80 – 90
Baik
13
43,33 %
9
30%
70 – 79
Cukup
3
10%
-
0%
60 – 69
Kurang
14
46,66 %
-
0%
< 60
Kurang Sekali
-
0%
-
0%
Jumlah
30
100 %
30
100 %
(sumber:Analisis data hasil kemampuan passing atas 2018)
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat perbandingan distribusi frekuensi dan kategori peningkatan hasil kemampuan passing atas permainan bola voli melalui pembelajaran variasi passing berpasangan pada siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar pada siklus I dan siklus II pada tabel diagram berikut ini:
           





Gambar 4.3 diagram batang persentase kemampuan passing atas siklus I dan siklus II siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar.
Berdasarkan diagram batang persentase hasil kemampuan passing atas permainan bola voli melalui pembelajaran variasi passing berpasangan pada siklus I dan II siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar. Dapat dilihat bahwa dari 30 siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar yang menjadi sampel penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:
a.       Persentase kategori hasil kemampuan passing atas siswa setelah mengaplikasikan melalui pembelajaran variasi passing berpasangan untuk kategori baik sebesar 43,33 %, cukup sebesar 10 %, kurang sebesar 46,66 % pada siklus I.
b.      Persentase kategori hasil kemampuan passing atas siswa setelah mengaplikasikan melalui pembelajaran passing berpasangan untuk kategori kurang sebesar 46,66 % siklus I, kemudian menurun menjadi 0 % pada siklus II.
Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah siswa yang berada dalam kategori sangat baik mengalami peningkatan yakni 70 %, kategori baik 30 %, dan pada saat siklus I proses pembelajaran terjadi 3 kali pertemuan proses dan pelaksanaan dengan materi yang diberikan, dan pada siklus II mengalami peningkatan keseluruhan penilaian pengkategorian baik penilaian proses dan penilaian produk dengan pelaksanaan proses penilaian yang hampir sama dengan siklus I tetapi pada siklus II ada penambahan pemberian pembelajaran melalui passing berpasangan di tempat tanpa rotasi agar siswa lebih aktif dalam melakukan passing atas sehingga lebih sering berulang-ulang dalam pelaksanaan, baik dalam sikap perkenaan antara bola dengan tangan sehinga lebih meningkatkan penilaian proses dan penilaian produk siswa lebih meningkat dari hasil sebelumnya karena siang lebih banyak bergerak atau melakukan passing secara terus menerus tanpa ada rotasi atau menunggu giliran. Penelitian ini menunjukkan peningkatan hasil pengkategorian secara klasikal pada siklus II  sebanyak 100 % dan mencapai kriteria keberhasilan secara individual dengan nilai peserta didik berada pada kategori sangat baik.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas mengenai peningkatan kemampuan passing atas dalam pembelajaran permainan bola voli pendidikan jasmani dan olahraga melalui pembelajaran variasi passing berpasangan siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar, ketuntasan keseluruhan siswa 100 % pada siklus II, sehingga tidak perlu lagi dilanjutkan di siklus berikutnya.
C.     Pembahasan
Berdasarkan refleksi dari analisis data yang terkumpul maka hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa pada akhir siklus ada peningkatan mutu pembelajaran kemampuan passing atas permainan bola voli. Hal tersebut dapat dilihat pada data hasil pengamatan, penilaian passing atas siswa dan dalam pembelajaran passing atas dalam permainan bola voli berikut ini:
Penelitian tindakan kelas meliputi II siklus yang terdiri dari siklus I dan siklus II.Setiap siklus terdiri dari beberapa tahap, yaitu tahap perencanaan, observasi, dan refleksi.Pada tahap-tahap yang dilakukan merupakan perbaikan pada siklus sebelumnya. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini terdiri dari data tes yang berupa tingkat kemampuan gerak siswa yang di peroleh melalui pembelajaran pendidikan jasmani kesehatan dengan materi passing atas dalam permainan bola voli melalui pembelajaran menggunakan variasi passing berpasangan siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar. Hasil dari kedua siklus tersebut digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan passing atas siswa melalui pembelajaran variasi passing berpasangan pada pembelajaran pendidikan jasmani kesehatan khususnya passing atas bola voli untuk siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar.
Observasi yag diperoleh sebelumnya dan setelah dilakukan tindakan menunjukkan adanya peningkatan kekampuan passing siswa yang ditunjukkan dengan hasil kemampuan gerak siswa. Sebelum diterapkan pembelajaran menggunakan variasi passing berpsangan diperoleh hasil tes siklus I  diperoleh sebanyak 13 siswa (43,33%) kategori Baik, 3 siswa (10%) kategori cukup, 14 siswa (46,66%) kategori kurang. Kemudian pada hasil tes siklus II menunjukkan 21 siswa (70%) kategori sangat baik dan 9 siswa (30%) kategori baik.
Berdasarkan penelitian di atas menunjukkan bahwa dengan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan tingkat kesulitan teknik dasar yang diajarkan akan mampu memberikan perubahan yang signifikan pada peningkatan kemampuan gerak siswa, pembelajaran di kemas dengan sedemikian rupa yang mampu memberikan kesempatan bagi siswa mengenai dirinya seberapa jauh penguasaan teknik dasarnya dan memberikan kesempatan siswa untuk memperbaiki ini akan memberikan peluang siswa untuk lebih memiliki teknik dasar yang baik. Menurut carl Bucher dan Wijatmito (2007) permainan bola voli merupakan permainan yang telah lama dikenal oleh anak-anak dan orang tua, laki-laki maupun perempuan, mampu mengerakkan untuk berlatih, bergembira dan rileksasi. Secara ksusus kemampuan passing atas boal voli harus dikuasai dengan baik dengan kriteria hasil passing yang baik agar mudah diterima oleh spike (smash). Untuk meningkatkan kemampuan secara khusus pemberian pembelajaran menggunakan variasi passing berpasangan dalam materi passing atas permainan bola voli akan memberikan kesempatan siswa untuk mampu bermain dengan tahap-tahap tingkat kemampuan yang dimiliki dan didukung dengan faktor kebersamaan sesame team. Karakteristik permainan bola voli adalah permainan yang mengutamakan kerjasama agar mudah dalam mencetak poin.Permainan bola voli diawali dengan service, passing dan diakhiri dengan smash dan blocking.Meneurut Nuril Ahmadi  (2007:36), Passing merupakan usaha atau upaya seseorang pemain bola voli dengan cara menggunakan suatu teknik tertentu yang tujuannya adalah untuk mengoperkan bola yang dimainkannya itu kepada teman seregunya untuk dimainkan di lapangan sendiri. Dengan memiliki kemampuan teknik dasar passing atas yang akan memudahkan siswwa untuk menghidupkan permainan.
Pada siklus I tindakan dalam proses pembelajaran passing atas melalui pembelajaran variasi passing atas berpasangan pada siswa kelas X AK 1 SMK Negri 1Makassar, Kecamatan Bongaya, Provinsi Sulawesi Selatan tahun pelajaran 2018/2019 sudah tepat. Pada siklus pertama peneliti menggunkan pembelajaran melalui variasi passing berpasangan secara bergantian (rotasi) dalam prooses pembelajaran siswa antusias dalam pembelajaran akan tetapi siswa kurang dalam pelaksanaan karena adanya rotasi atau giliran dalam melakukan passing atas sehingga siswa kurang dalam sikap perkenaan yang benar. Namum ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, sehingga hasil penilaian passing atas melalui varaisi passing berpasangan siswa kelas X AK 1 masih ada dalam kategori kurang dengan frekuansi 14 siswa. Sesuai dengan pendapat yang dikemukan oleh Amung Ma’mun dan Yudha (2000:70) mengatakan “pencapaian suatu kemampuan dipengaruhi oleh banyaknya faktor”. Faktor tersebut dibedakan menjadi tiga hal yaitu (1)  faktor proses belajar mengajar, (2) faktor pribadi, dan (3) faktor situasional (lingkungan). Senada dengan pendapat tersebut menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar harus diciptakan suasana yang baik agar guru dapat menyampaikan materi dengan mudah diterima oleh siswa.Selain agar mudah diterima oleh siswa guru harus mampu memberikan penyampaian materi dengan tahapan yang mudah disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa.Hal ini dikarenakan setiap siswa memiliki karakter yang dan tingkat kemampuan dan keterampilan yang berbeda-beda sehingga harus mampu memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan secara klasikal siswa.
Pada siklus II tindakan dalam proses pembelajaran passing atas permainan bla voli melalui pembelajaran variasi passing berpasangan pada siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar, Kecamatan Bongaya, Provinsi Sulawesi Selatan Tahun pelajaran 2018/2019 sudah lebih baik lagi dan cukup memuaskan. Tindakan yang diberikan pada siklus II dengan menambah passing berpasangan tanpa rotasi. Tujuan pembelajaran tersebut adalah untuk lebih efektif dan atusias siswa karena lebih banyak bergerak dan lebih sering melakukan passing secara berulang-ulang karena tidak ada siswa yang menunggu giliran atau rotasi dalam melakukan passing atas secara berpasangan, dan penguasaan teknik passing mulai dari sikap permulaan, sikap perkenaan, sikap akhir siswa kelas X AK 1 sudah semakin baik, hal ini dibuktikan dengan pada penilaian rata-rata 95.
Berdasarkan dari dua penjelasan kegiatan tiap siklus, yaitu siklus I dan II, menunjukkan bahwa hasil observasi dalam pembelajaran passing atas permainan bola voli melalui pembelajaran variasi passing berpasangan, selalu ada peningkatan yang baik, serta pemberian motivasi dari guru dalam proses pembelajaran membuat siswa menjadi termotivasi untuk dapat meningkatkan penguasaan teknik dasar passing. Berdasarkan hasil tersebut maka peneliti dan kolaborator sepakat bahwa proses pembelajaran passing atas permainan bola voli melalui pembelajaran variasi passing atas berpasangan dapat menjadi salah satu pembelajaran untuk meningkatkan hasil kemampuan passing untuk kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar, Kecamatan Bongaya, Provinsi Sulawesi Selatan. Tahun pelajaran 2018/2019.








BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Berdasarkan penelitian terhadap hasil kemampuan passing atas permainan bola voli melalui pembelajaran menggunakan variasi passing berpasangan dapat meningkatkan kemampuan passing siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar. Hasil penelitian pada siklus I adalah 13  siswa (43,33%) baik, 21 siswa (10%) cukup, 14 siswa (46,66%) kurang. Sedangkan siklus II adalah 21 siswa (70%) sangat baik, 9 siswa (30%) baik.
Maka adapun kesimpulan peningkatan keampuan passing atas permainan bola voli melalui pembelajaran menggunakan variasi passing berpasangan siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 1 Makassar pada setiap siklus.
B.     Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan, maka dapat disarankan beberapa hal, di antaranya:
1.      Bagi siswa
Siswa harus mampu memperbaiki dan meningkatkan kemampuan passing atas agar mampu bermain dengan baik
2.      Bagi guru pendidikan jasmani
Sebaiknya dalam proses pembelajaran menerapkan variasi passing berpasangan permainan bola voli.
Penerapan variasi passing berpasangan agar tidak membuat peserta didik cepat bosan dan jenuh sehingga penyerapan materi terhadap teknik yang diberikan akan lebih baik.
3.      Bagi peneliti
Pada peneliti lainnya diharapkan menjadikan pembelajaran melalui variasi passing berpasangan sebagai salah satu alternative dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan passing bermain bola voli.













DAFTAR PUSTAKA
Anthony, D. 2001. Belajar Bermain Bola Voli. Bandung: Pionis Jaya
Ahmadi, Nuril. 2007. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Kementrian Pendidikan Kebudayaan
Arikunto, Suharsimi. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara
Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
Muhajir. 2004. Pendidikan Jasmani Teori dan Praktek untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga
Nakhrawi, N. dkk.2015. Permainan Bola Voli. Makassar: Universitas Negeri Makassar
Kunandar.2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Bumi Aksara.
Winarno.2013. Metodologi Penelitian dalam Pendidikan Jasmani. Malang: Universitas Negeri Malang (UM PRESS)
Kardiyanto dkk, 2013.Teknik Dasar Bermain Bola Voli. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

                 (2014), pengaruh variasi latihan passing terhadap keterampilan melakukan passing atas pada permainan bola voli pada siswa Sma Negeri 1 Sidakarya tahun ajaran 2014/ 2015. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.
Yoshi, Y. 2013.Meningkatkan keterampilan dan kemampuan passing atas dalam permainan bola voli melalui variasi latihan ring terget bagi siswa kelas x Sma Negeri 1 Batang Merangi Kerici.Batang : Universitas Jambi
Wijatmiko, 2011.Upaya Meningkatkan Pembelajaran Passing Bola Voli Melalui Pendekatan Latihan Passing Atas Pada siswa kelas x Sma kebokura sumpiuh Kabupaten Banyumas Tahun Ajaran 2011/2012.Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar